Who iam
Terkadang Angkuh
seperti badai yang selalu akan menghancurkan
kadang tersisih
seperti debu dan pasir yang tersapu
Apakah aku badai
ataukah hanya sebagai debu
sebuah pertanyaan kecil
yang sulit untuk ku jawab
mengingat suara tawa
tertuju kepada orang
mengingat air mata
yang meratapi kerasnya hidup
apakah aku terhebat
ataukah aku yang paling terhina
aku seakan tidak mengenali diriku sendiri
bagai amnesia yang menyelubungi
mata hati dan pikiranku
aku hanya bisa berharap
aku datang dengan membawa perubahan
pergipun dengan meninggalkan kesan
tanpa harus bertanya kepada siapapun
siapakah aku yang sebenarnya
karena mungkin hanya jawaban kemunafikan
yang kudapatkan
baik buruknya
megah atau hinanya
biarkan dunia yang menilai..
